Profil Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

 

Tenaga Pendidik dan Kependidikan  Program Studi PIPS IPI Garut

Sejarah Singkat Program Studi Pendidikan IPS di IPI Garut 

            Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Prodi PIPS) Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial Bahasa dan Sastra (FPISBS) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) berdiri pada 17 November 2017 bersamaan dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor  653/KPT/I/2017 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut di Kabupaten Garut menjadi Institut Pendidikan Indonesia (IPI). Prodi Pendidikan IPS FPISBS IPI menjalankan fungsinya sebagai program studi di institusi pendidikan tinggi, yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara. Prodi PIPS menyediakan berbagai konsentrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan yang berhubungan dengan koridor Pendidikan IPS.

Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Prodi PIPS) Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa dan Sastra (FPISBS) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut berdiri pada tanggal 17 Nopember 2017 bersamaan dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 653/KPT/I/2017 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut menjadi Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Prodi Pendidikan IPS menjalankan fungsinya sebagai program studi di institusi pendidikan tinggi yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara. Sebagai bagian dari IPI, civitas akademik Prodi PIPS FPISBS dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya menerapkan nilai dan sikap dasar, yaitu: Inovatif, Religius dan Berkualitas dalam menunjang Institusi yang menuju pada Trustworthy and Excellent. Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), maka Prodi PIPS FPISBS IPI menetapkan kekhasan sebagai bagian dari perkembangan IPTEK dengan menetapkan Keterampilan Khusus yang wajib dimiliki oleh peserta didik sebagai bagian dari Capaian Pembelajaran Program Studi (CPPS) atau sering disebut Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Prodi PIPS melakukan penataan program akademik atau pengembangan keilmuan yang didedikasikan untuk menguasai, memanfaatkan, mendiseminasikan, mentransformasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) dalam bidang konsentrasi Pembelajaran IPS yang ditunjang dengan bidang kekhasan tematik yang sesuai dengan realita bentang alam dan bentang budaya di Kabupaten Garut meliputi Sosial Budaya, Politik dan Kebangsaan, Lingkungan dan Kependudukan, Ekonomi dan Kewirausahaan. Bidang kekhasan tematik tersebut dijabarkan ke dalam beberapa mata kuliah prodi sebagai keunikan atau keunggulan yang berbeda dengan prodi sejenis. Misalnya yang berdasarkan karakteristik sosial-budaya masyarakatnya misalnya dengan mempelajari mata kuliah dinamika peradaban manusia, perkembangan budaya masyarakat, modal dan prosocial behavior, multicultural education, kajian local wisdom, kajian gender, dan patologi sosial. Sementara itu, pemahaman pendidikan politik dan kebangsaan warganya diimplementasikan melalui mata kuliah pendidikan politik, resolusi konflik, hukum dan hubungan internasional, pendidikan generasi muda, dan pendidikan anti korupsi. Kajian lainnya yaitu mengenai lingkungan dan kependudukan yang dijabarkan ke dalam beberapa mata kuliah misalnya, tempat ruang dan sistem sosial, geografi tumbuhan dan hewan, amdal dan mitigasi bencana, demografi dan pariwisata, ecopedagogy pembelajaran IPS. Kemudian prinsip ekonomi dan kewirausahaan yang dianut warga Kabupaten Garut dengan konsep makanan khas tradisionalnya dipelajari melalui mata kuliah sumberdaya dan nilai ekonomi, kewirausahaan dan koperasi, dan Sociopreneurship. Sementara itu, untuk menunjang pengembangan keterampilan sosial mahasiswa Prodi PIPS sebagai calon pendidik yang profesional dalam bidang teknologi pendidikan masa kini maka diaplikasikan mata kuliah Teknologi informasi dalam IPS, Multimedia Pembelajaran IPS, kemudian Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh. Selain itu, Prodi PIPS FPISBS IPI Garut juga mengaplikasikan mata kuliah penunjang pengembangan keterampilan sosial berupa peningkatan kompetensi berbahasa internasional melalui mata kuliah English for Social Studies I sebagai penunjang ilmu pengetahuan sosial bagi mahasiswa yang secara garis besar memperdalam kembali penguasaan berbahasa Inggris terutama dalam kemampuan membaca dan bertegur sapa yang ditunjang dengan sumber dan media pembelajaran IPS berbahasa Inggris, dan juga mata kuliah English for Social Studies II yang dikonsepkan untuk memperdalam kemampuan menerjemahkan kajian-kajian berupa sumber dan media IPS berbahasa Inggris dan penguasaan disertai penguasaan Toefl untuk level sarjana.

Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Prodi PIPS) Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa dan Sastra (FPISBS) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut berdiri pada tanggal 17 Nopember 2017 bersamaan dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 653/KPT/I/2017 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut menjadi Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Prodi Pendidikan IPS menjalankan fungsinya sebagai program studi di institusi pendidikan tinggi yang berlandaskan pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara. Sebagai bagian dari IPI, civitas akademik Prodi PIPS FPISBS dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya menerapkan nilai dan sikap dasar, yaitu: Inovatif, Religius dan Berkualitas dalam menunjang Institusi yang menuju pada Trustworthy and Excellent. Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), maka Prodi PIPS FPISBS IPI menetapkan kekhasan sebagai bagian dari perkembangan IPTEK dengan menetapkan Keterampilan Khusus yang wajib dimiliki oleh peserta didik sebagai bagian dari Capaian Pembelajaran Program Studi (CPPS) atau sering disebut Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Kajian capaian pembelajaran prodi PIPS FPISBS IPI Garut mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan kesepakatan kerangka kurikulum dan capaian pembelajaran prodi dalam Asosiasi Program Studi Pendidikan IPS Seluruh Indonesia (APRIPSI). Penekanan capaian pembelajaran tersebut berdasarkan ilmu pendukung IPS seperti Agama, Filfasat, Ilmu-ilmu Alam (natural science), Ilmu-ilmu Sosial (Social Science) dan Humanitis (Humaniora). Disiplin Ilmu-ilmu Sosial mengkaji perilaku manusia dan situasi peristiwa umat manusia dari perspektif berbeda dan unik. Hal tersebut menghasilkan konsep-konsep, teori dan generalisasi dalam proses belajar dan pembelajaran IPS pada Sekolah Dasar dan Menengah. Selanjutnya, berdasarkan proses belajar dan pembelajaran IPS di tingkat persekolahan diambil 8 (delapan) disiplin Ilmu Sosial yang mendukung pengembangan Program Pendidikan IPS (Social Studies) di tingkat Universitas. Ke-8 Disiplin Ilmu Sosial tersebut yakni, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi, Filsafat, Psikologi, Ilmu Politik dan Ekonomi. Secara ontologi Pendidikan IPS adalah studi integrasi tentang Ilmu-ilmu sosial, humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah sebagai upaya untuk menanamkan kesadaran IPS, yaitu menyiapkan peserta didik untuk memiliki kompetensi sebagai warga negara yang baik. Secara epistemologi, cara memperoleh, menumbuhkan, membangun, memelihara, dan mengembangkan IPS dengan mengintegrasikan konsep Ilmu-Ilmu Sosial dan aktifitas manusia menggunakan metode ilmiah baik kuantitatif maupun kualitatif. Secara aksiologi, Pendidikan IPS memiliki manfaat agar peserta didik (1) memiliki kemampuan mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang baik; (2) menguasai pengetahuan (knowledge), sikap dan nilai (attitudes and values) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau masalah sosial; (3) mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan; (4) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; (5) berkomunikasi dan bekerja sama serta berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk di tingkat lokal, nasional dan global.

Pembelajaran wajib menggunakan media berbasis komputer seperti slide Powerpoint, media proyektor dan menggunakan software penunjang lainnya seperti Macromedia Flash, Mapinfo, Ermapper, serta penunjang pembelajaran lainnya. Media Sosial kontermporer digunakan sebagai sumber dan media penunjang pembelajaran seperti penggunaan Blog, Youtube, Facebook, Instagram. Begitu juga saat proses assessment pembelajaran sudah mulai menggunakan area digital seperti google drive, googleform dan ITEMAN software untuk analisis butir soal pada saat hendak membuat soal ujian tengah semester (UTS) atau ujian akhir semester (UAS).

Media learning management systems (LMS) kampus IPI Garut digunakan untuk memfasilitasi dosen pengampu dikala tidak bisa berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa yang mana harus melaksanakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi selain pendidikan juga wajib melaksanakan penelitian dan pengabdian. Hal tersebut tentu tidak bisa selamanya dosen pengampu hadir tatap muka pada laboratorium kelas tetapi dapat menggunakan fasilitias e-learning kampus IPI sehingga pembelajaran tetap terlaksana sebagaimana mestinya sesuai jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan selama 14 pertemuan ditambah UTS dan UAS dengan total sebanyak 16 pertemuan/semester. Selain itu, para pendidik IPS pun diperbolehkan menggunakan fasilitas penunjang pembelajaran lainnya seperti google classroom, moodle, edmodo , schoology dan lainnya. Termasuk menggunakan video interaktif dikala tidak bisa bertatap muka secara langsung.

Pembelajaran yang dilakukan pendidik tidak hanya berada di kelas saja tetapi sudah memanfaatkan lingkungan alam dan lingkungan sosial sebagai tempat, ruang dan sistem sosial di mana peserta didik berinteraksi untuk menggali potensi keilmuan dan sumber belajar yang relevan bagi calon pendidik IPS. Kearifan lokal Kabupaten Garut menjadi daya tarik sendiri bagi kegiatan penelitian pemula pada mahasiswa untuk menjadi sumber pembelajaran IPS yang relevan dalam kekhasan mata kuliah program studi yang berbeda dengan prodi Pendidikan IPS lainnya di Indonesia yang mana implementasi tersebut semakin lengkap dengan adanya mata kuliah berupa Kuliah Kerja Lapangan. Di mana peserta didik dibawa ke sumber pembelajaran IPS yang relevan, kemudian mereka mencoba mengetahui, memahami, mengaplikasikan dan menganalisis fenomena bentang alam dan bentang sosial-budaya masyarakat setempat. Hasil kajian tersebut kemudian diseminarkan secara perkelompok dengan hasil presentasi mereka diberikan komentar melalui pendalaman pemahaman konsep IPS oleh para dosen

Lulusan Prodi PIPS diberikan gelar akademik Sarjana Pendidikan (S.Pd), merujuk Surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 0404/E3.2/2015. Fokus dari Prodi ini adalah menghasilkan pendidik IPS (Social Studies Educator) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen), sebagai peneliti pemula (researcher) dalam bidang keilmuan IPS serta dibekali keterampilan khusus dalam entrepreneurship melalui pengembangan keterampilan khusus bernama Sosiopreneurship dan English for Social Studies yang diaplikasikan melalui program mata kuliah konsentrasi dalam kurikulum Prodi PIPS.

Tujuan Program Studi Pendidikan IPS IPI Garut 

Tujuan yang diharapkan dari penyelenggaraan Prodi PIPS, diarahkan untuk:

  1. Menghasilkan lulusan berakhlak mulia, terpuji dalam kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
  2. Menghasilkan calon guru Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang profesional serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Menghasilkan penelitian yang aktual, relevan dan bermanfaat bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat pada umumnya di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sosial budaya masyarakat.
  4. Memberikan kontribusi pendidikan kepada kepada masyarakat melalui pengabdian diri sebagai tenaga pendidik di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial.
  5. Memiliki civitas akademika yang beretos kerja tinggi dan tanggap terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Seni yang dilandasi ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa