Scientific Vision, Goals and Strategies of the PIPS Study Program

Visi Keilmuan Program Studi S1 PIPS

Pengembangan visi keilmuan Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial didasarkan pada komitmen institusi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan, dan berdaya saing di tingkat regional maupun internasional. Dalam konteks dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, program studi dituntut untuk mampu merumuskan arah pengembangan keilmuan yang tidak hanya selaras dengan visi perguruan tinggi dan unit pengelola program studi (UPPS), tetapi juga responsif terhadap tantangan zaman.

Sebagai bagian integral dari Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut dan Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa, dan Sastra (FPISBS), Program Studi S1 Pendidikan IPS memiliki peran strategis dalam menghasilkan pendidik, pegiat sosial, dan inovator sosial yang berkarakter, kreatif, serta adaptif. Oleh karena itu, penyusunan visi keilmuan program studi dilakukan melalui proses refleksi akademik, analisis kebutuhan pemangku kepentingan, serta penjabaran nilai-nilai dasar institusi.

Keselarasan antara visi PT, visi UPPS, dan visi keilmuan Prodi menjadi landasan fundamental untuk memastikan arah pengembangan Pendidikan IPS berjalan secara sistematis, terintegrasi, dan berorientasi pada mutu. Keselarasan ini memberikan dasar kuat bagi pengembangan kurikulum, pencapaian profil lulusan, perencanaan strategi, serta penguatan tata kelola akademik yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

Penyusunan visi keilmuan Program Studi S1 Pendidikan IPS tidak terlepas dari tuntutan era globalisasi, integrasi ASEAN, serta perkembangan keilmuan sosial yang semakin multidisipliner. Pendidikan IPS sebagai bidang yang mempelajari dinamika manusia dan masyarakat dituntut untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, berbasis nilai, dan adaptif terhadap perubahan sosial budaya. Dalam kerangka tersebut, Prodi S1 Pendidikan IPS berkomitmen untuk mengembangkan lulusan yang memiliki kemampuan pedagogik kreatif, kecakapan sosial yang tinggi, serta kemampuan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Lebih jauh, arah pengembangan program studi harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, perkembangan dunia pendidikan, serta peta kompetensi lulusan yang relevan dengan standar nasional maupun regional. Visi keilmuan Prodi kemudian dijabarkan dengan mengacu pada capaian institusional di tingkat perguruan tinggi dan fakultas agar menghasilkan keselarasan vertikal maupun horizontal dalam perencanaan pengembangan akademik.

Dengan demikian, keselarasan visi antara Perguruan Tinggi, UPPS, dan Program Studi merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh elemen penyelenggaraan pendidikan baik kurikulum, pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian pada masyarakat bergerak dalam satu arah, yakni mewujudkan Prodi Pendidikan IPS yang bermutu, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara.

Keselarasan antara Visi PT, UPPS, dan Prodi

Tabel Keselarasan Visi PT, UPPS, dan Prodi S1 Pendidikan IPS :

Visi PTVisi UPPSVisi Prodi
Menjadi Perguruan Tinggi yang bermutu dan berdaya saing di Asia Tenggara dalam bidang kependidikan dan teknologi pada tahun 2042.Menjadi Fakultas yang bermutu dan berdaya saing di Asia Tenggara dalam bidang Pendidikan Ilmu Sosial, Bahasa, dan Sastra pada tahun 2042.Menjadi Program Studi Pendidikan IPS yang unggul dan berdaya saing di Asia Tenggara melalui pengembangan pendidikan kreatif, kecakapan sosial, serta inovasi sosial berbasis nilai sosial budaya bangsa dan kearifan lokal.

Penjabaran Makna Visi

“Unggul dan berdaya saing di Asia Tenggara” Makna:

  1. Menetapkan mutu akademik, tata kelola, dan lulusan yang melampaui standar nasional serta dapat dibandingkan dengan Prodi sejenis di kawasan Asia Tenggara.
  2. Mengembangkan kurikulum, pembelajaran, penelitian, dan kemitraan yang mampu mendukung kolaborasi tingkat regional.
  3. Mendorong lulusan memiliki kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional yang memungkinkan mereka berkontribusi pada konteks global dan regional, bukan hanya lokal.

“Melalui pengembangan pendidikan kreatif” Makna:

  1. Prodi menempatkan kreativitas sebagai karakter utama pembelajaran IPS.
  2. Mendorong mahasiswa untuk merancang pembelajaran yang:
  1. inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik,
  2. berbasis proyek, masalah, teknologi, dan aktivitas eksplorasi sosial,
  3. relevan dengan dinamika sosial kontemporer.
  4. Kreativitas menjadi budaya akademik dalam setiap proses: perkuliahan, microteaching, asesmen, dan kegiatan kemahasiswaan.

“Kecakapan sosial” Makna:

  1. Menguatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami, mengelola, dan merespons isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
  2. Lulusan memiliki kecakapan sosial berupa:
    1. kemampuan komunikasi interpersonal,
    2. kemampuan bekerja sama,
    3. kepekaan sosial, empati, dan kepedulian,
    4. kemampuan adaptasi dalam lingkungan multikultural.
  3. Kecakapan sosial menjadi dasar lulusan dalam membentuk karakter sosial peserta didik sebagai calon pendidik IPS.

“Inovasi sosial” Makna:

  1. Memfasilitasi mahasiswa untuk menciptakan pembaharuan dalam pemecahan masalah sosial melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif.
  2. Inovasi sosial ditunjukkan melalui:
    1. pengembangan program pemberdayaan masyarakat,
    2. proyek yang berbasis pada isu sosial dan potensi lokal,
    3. pemanfaatan teknologi atau metode baru untuk perubahan sosial yang lebih efektif.
  3. Inovasi sosial memperkuat relevansi IPS sebagai ilmu yang dekat dengan realitas masyarakat.

“Berbasis nilai sosial budaya bangsa dan kearifan lokal” Makna:

  1. Nilai-nilai sosial budaya Indonesia seperti gotong royong, toleransi, musyawarah, integritas, dan solidaritas menjadi landasan dalam seluruh aktivitas akademik Prodi.
  2. Kearifan lokal Garut, Jawa Barat, dan Nusantara dijadikan sumber belajar, objek kajian, dan tema riset untuk menguatkan identitas keilmuan Prodi.
  3. Menjadikan Prodi memiliki ciri khas yang membedakan dari program studi sejenis di luar negeri maupun dalam negeri yang tidak berbasis pada akar budaya lokal.

Tujuan Program Studi Pendidikan IPS

  1. Menghasilkan lulusan pendidikan IPS yang berkarakter, memiliki kecakapan sosial, berpikir kritis, kreatif, serta mampu menjadi pendidik dan inovator sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.
  2. Menghasilkan karya penelitian dan publikasi di bidang pendidikan IPS yang berkontribusi pada pengembangan pendidikan kreatif, pembelajaran IPS inovatif, serta isu-isu sosial budaya dan kearifan lokal.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberdayakan sekolah dan komunitas melalui program pendidikan sosial, literasi sosial, dan penguatan nilai sosial budaya serta kearifan lokal.
  4. Mengembangkan sistem tata kelola prodi yang akuntabel, adaptif, dan kolaboratif untuk mendukung pencapaian mutu akademik dan daya saing di tingkat regional Asia Tenggara.

Sasaran Prodi (3–5 tahun)

Sasaran 1 – Pendidikan & Lulusan

  1. Tingkat kelulusan tepat waktu minimal 75%.
  2. Rata-rata IPK lulusan minimal 3.40.
  3. Tingkat penyerapan lulusan dalam 6 bulan pertama minimal 70%.
  4. Minimal 80% lulusan memenuhi standar kompetensi pendidik IPS.

Sasaran 2 – Penelitian

  1. Dosen menghasilkan minimal 1 publikasi terindeks (Sinta 2-4 / Scopus) setiap tahun.
  2. Mahasiswa terlibat dalam 30% penelitian dosen.
  3. Tersedia minimal 2 hibah penelitian kompetitif per tahun.

Sasaran 3 – Pengabdian

  1. Dosen melaksanakan minimal 1 kegiatan PkM relevan per tahun.
  2. Terbentuk 2 kemitraan PkM dengan sekolah atau komunitas lokal.
  3. Produk PkM terdokumentasi dan terpublikasi minimal 70%.

Sasaran 4 – Tata Kelola & Kerja Sama

  1. Sistem SPMI berjalan 100% sesuai siklus PPEPP.
  2. Terjalin minimal 3 kerja sama aktif dengan sekolah/komunitas/instansi.
  3. Kepuasan mahasiswa dan mitra minimal 80%.

Strategi & Program Kerja Prodi

Strategi & Program untuk Sasaran Pendidikan & Lulusan

  1. Strategi
    1. Mengembangkan kurikulum berbasis OBE dan selaras dengan isu sosial-budaya serta kearifan lokal.
    2. Meningkatkan kualitas pembelajaran kreatif, kolaboratif, dan berbasis projek sosial.
    3. Memperkuat layanan akademik, bimbingan belajar, dan karier mahasiswa.
  2. Program Kerja
    1. Review & updating kurikulum tiap 3 tahun.
    2. Workshop peningkatan kompetensi pedagogik dan TPACK untuk dosen.
    3. Program pendampingan tugas akhir, klinik penulisan ilmiah.
    4. Program magang sekolah dan projek inovasi sosial.
    5. Layanan career development & tracer study rutin.

Strategi & Program untuk Sasaran Penelitian

  1. Strategi
    1. Mendorong budaya riset dosen dan mahasiswa.
    2. Mengembangkan tema penelitian berbasis pendidikan kreatif, isu sosial budaya, dan kearifan lokal.
    3. Memperluas akses hibah dan kolaborasi riset.
  2. Kerja
    1. Klinik proposal penelitian bagi dosen & mahasiswa.
    2. Penyelenggaraan research group bidang IPS.
    3. Insentif publikasi terindeks dan kolaborasi riset.
    4. Seminar internal dan colloquium berkala.

Strategi & Program untuk Sasaran Pengabdian

  1. Strategi
    1. Mengembangkan model PkM berbasis pemberdayaan sekolah dan komunitas.
    2. Mengintegrasikan PkM dengan penelitian dosen.
    3. Memperkuat kemitraan PkM berbasis budaya lokal.
  2. Program Kerja
    1. Program literasi sosial & digital untuk sekolah.
    2. Pelatihan guru IPS: pembelajaran kreatif & inovasi sosial.
    3. Pendampingan komunitas berbasis kearifan lokal.
    4. Desiminasi hasil PkM melalui publikasi/ media sosial/ seminar.

Strategi & Program untuk Sasaran Tata Kelola & Kerja Sama

  1. Strategi
    1. Memperkuat manajemen mutu internal dan dokumentasi akademik.
    2. Membangun jejaring kerja sama akademik dan profesi.
    3. Meningkatkan layanan akademik berbasis digital.
  2. Program Kerja
    1. Implementasi PPEPP berbasis dokumen standar dan audit internal.
    2. Perjanjian kerja sama dengan sekolah mitra, MGMP, komunitas lokal.
    3. Pengembangan sistem layanan akademik digital (SIM akademik, arsip digital).
    4. Penilaian kepuasan mahasiswa & stakeholder tiap tahun.